`cursor

Sabtu, 26 November 2016

Alun Alun Mimpi ku

                                               

                                                          Alun-Alun Mimpi Ku




Dalam kenyataan ingin deh rasanya gue bisa terbang dan berkhayal ke alam sana yang penuh dengan kemegahan, kenyamanan dan ke populeran dari semua orang. Berhararp untuk bisa terbang namun sayap ini belum terlalu kekar untuk terbang ke tahap awan yang lebih tinggi. Di sana telah terbayang deting hari di mana gue bisa memungut semua tulisan dinding mimpi gue dan gue lempar kelangit dan langsung di tangkap oleh para malaikat kepada Tuhan tuk di kabulkan segala permintaan gue. Tapi kapan itu terjadi... (*Hoping)

Sumpah gue yakin, yakin banget malah kalau ini mimpi beneran guys.! Iya, beneran, Nyata!.Yes ini hanya mimpi (*tears). Kemaren pas gue ngiler sebentar ternyata tuhan membawa gue ke negara Mesir. ketika itu gue berada di suatu bangunan besar seperti di Disney gitu lah. Terdapat banyak keanehan yang  ku saksikan yang terjadi di sana guys. Salah satunya yang masih gue ingat nih ya, ketika gue mau masuk ke bangunan yang seperti disney itu,  adatnya itu gue harus menaiki tali seperi dokar dan kemudian kita di paapah oleh beberapa orang yang berpakaian ala prajurit kerajaan dengan posisi gue berada di tengah bagian dalam rajutan tali yang kemudian di bawa oleh dua orang pengawal kerajaan tersebut.

Beneran deh Culture shock yang merupakan materi pembelajaran gue  (SASTRA INGGRIS). Beneran gue rasakan dengan perasaan uncomfortable and feel strange *captionnya seperti orang kehilangan kunci rumah yang lupa naruh entah dimana,,* Oh My God... (*Put hands on the head)
Beribu-ribu pertanyaan yang ku hitung di atas kepala gue hingga menjadi ratusan-ratusan rupiah krecekan pertanyaan yang ku jawab dari diri gue sendiri. 

Pernah kebayang gak sihhh...
Kalau seandainya nih ya, kalian ada di posisi gue pada saat itu?. Apa yang mau lo lakukan?. Dan perasaan seperti apa yang lo rasakan guys?. Kalo gue nih ya, gue tuh merasa nano nano bahagia di campur degan rasa takut. Perumpamaannya nih, seperti teh manis di kasih jamu kencur. Rasanya gimana guys, agak ciut kecut kecut gitu kan???. Nah itulah perasaan yang aku rasakan pada saat itu. Pada saat di mana aku menjad aktor utama dalam adegan sinetron mimpi aneh ku tadi.

Gue lanjut ya guys ceritanya,..

Dua orang prajurit itu membawa ku ke suatu tempat yang megah sekali. Di sekeliling ku terdapat btembok tembok besar yang menjulang tingi. Seperti yang sudah ku bilang dari awal, seperti istana disney gitu. Aku melihat kenyataan itu kaget dan terbelalak seraya mengucek ngucek mataku, mungkin aku salah lihat. Eh ternyata tidak, ketika ku membuka mata ku lagi melihat remang remang di sekelilingku ternyata benar itu nyata, nyata adanya dan keberadaannya. Aku berada di dalam istana.





 Wahhh masih mau lanjut nih ceritanya??? ehehe kirain udah pusin bacanya soalnya muter muter keliling bola mata. sebelum gue lanjut, gue mau ngasih tau ke lo semua guys kalo gue sekarang ngetiknya di kejar baterai laptop ku yang mulai sekarat.  so kita lanjutkan kapan kapan lagi adja yan guys kalo blog ngajak janjian dan ketemuan sama aku. hehheeh 

bye dulu gus, sebenarnya banayk cerita yang ingin ku tulis di blog kesayangan ku ini. Tapi apalah daya tangan tak kuat menulisnya.. *caption habis*

sampai ketemu di edisi selanjutnya ya,,, kissbye, 


BarokaAllah wa Muhammad


Senin, 27 Juni 2016

Someone I Admirer

Secret admirer

My admirer is my friend. At the first time, I admire to him when I was the third class of senior high school. I admire him because he is smart, cool, handsome, kind, diligent, discipline, and he cares to me.

One day, I was happy, because he added my facebook. Day by day, I felt be closed with him. So, when I opened my facebook, we always chat. Strangely, we met in the class. Parented, we didn’t know each other’s. So, all of my friends thought that we were never closed although we were friendship. But he cares to me as hidden.

Every day, he wants to go anywhere. He always asks to me, “Do you want to in trust something to me?”. When he had bought it, he didn’t want if I want to pay it to him. Then he said, “If you want to pay, you must pay start from I went until I came back”.

The other hand, he always helped me if I got some difficult duties and assignments. So, I ever thought that he admired to me, because he always respected me. And that is cause, why did I admire to him.