`cursor

Jumat, 22 September 2017

Kehilangan Sang Ayah

                                                            Kehilangan Sang Ayah
                                                         Oleh: Lulu’ Ulfiyah Aprilia
Gemuruh hujan mengguyur hati ku
Mengisi dada tak berjenuh biru
Ketika ku mendengar kawanan ku
Bercengkrama manja dengan Ayahnya
“Ayah, gmana kabarnya,... Oh Ayah”

Aku mencoba menjemjam hati ku
Menahan seluitan pedang mencincang hati ku
Gerilya serentak hati dan fikiranku
Medebatkan perasaan yang ada

Julaian itu hanya bergelimang gelimang
Meneteskan sebutir air mata
Membiarkan arusnya terbuka lebar
Isakan tangis itu terdengar di telinga ku

Tanpa sadar ku tak bisa menahannya
Selayang pandang aku melihatnya
Berdebam tak menentu ku berkhayal
Seandainya kau datang kembali Ayah,

Satu tapak jejak semut pun tak akan ku tampakkan pada mu.
Sungguh! Ayah...
Begitu memaksannya aku meminta mu
Tuk kembali ke alur maya ini
Namun inilah realita hakiki rinduku
Karena kehilangan mu begitu menghujam diri ku.

                                                                                                             (Bangkalan, 12 Juli 2017)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar