Kehilangan Sang Ayah
Oleh: Lulu’ Ulfiyah Aprilia
Gemuruh hujan mengguyur hati ku
Mengisi dada tak berjenuh biru
Ketika ku mendengar kawanan ku
Bercengkrama manja dengan Ayahnya
“Ayah, gmana kabarnya,... Oh Ayah”
Aku mencoba menjemjam hati ku
Menahan seluitan pedang mencincang
hati ku
Gerilya serentak hati dan fikiranku
Medebatkan perasaan yang ada
Julaian itu hanya bergelimang
gelimang
Meneteskan sebutir air mata
Membiarkan arusnya terbuka lebar
Isakan tangis itu terdengar di
telinga ku
Tanpa sadar ku tak bisa menahannya
Selayang pandang aku melihatnya
Berdebam tak menentu ku berkhayal
Seandainya kau datang kembali Ayah,
Satu tapak jejak semut pun tak akan
ku tampakkan pada mu.
Sungguh! Ayah...
Begitu memaksannya aku meminta mu
Tuk kembali ke alur maya ini
Namun inilah realita hakiki rinduku
Karena kehilangan mu begitu
menghujam diri ku.
(Bangkalan, 12 Juli 2017)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar