`cursor

Jumat, 22 September 2017

Pagi terakhirnya

Pagi Terakhir
(Oleh: Lulu’ Ulfiyah Aprilia)
Pagi itu
Aku masih sempat menemuinya
Menatap celah keriput wajahnya
Melukis senyum di bibir lemahnya
Seladu kapur batu
Tasbih lantunan qu’ran mulia
Mengusiknya disetiap titah hidupnya

Sore, jam lima lewat empat puluh
Kejadian aneh menimpa dirinya
Mengusik kekuatan yang semakin melemah

Hatiku berdebam keras
Terbentur tanpa penglihatan pas
Seakan aku tak mampu membawanya bebas
Saat tubuhnya mulai terkulai lemas

Aku tak bisa menghukumnya
Dalam diam kata ikhlas
Bersemayam hati tanpa tuntas
Di persemayaman terakhirnya
                                                                                             (Desa Rompeng, 03 augustus 2017)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar