Pagi Terakhir
(Oleh: Lulu’ Ulfiyah Aprilia)
Pagi
itu
Aku
masih sempat menemuinya
Menatap
celah keriput wajahnya
Melukis
senyum di bibir lemahnya
Seladu
kapur batu
Tasbih
lantunan qu’ran mulia
Mengusiknya
disetiap titah hidupnya
Sore,
jam lima lewat empat puluh
Kejadian
aneh menimpa dirinya
Mengusik
kekuatan yang semakin melemah
Hatiku
berdebam keras
Terbentur
tanpa penglihatan pas
Seakan
aku tak mampu membawanya bebas
Saat
tubuhnya mulai terkulai lemas
Aku
tak bisa menghukumnya
Dalam
diam kata ikhlas
Bersemayam
hati tanpa tuntas
Di persemayaman
terakhirnya
(Desa Rompeng, 03 augustus 2017)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar