Kematian Ayah
Oleh: Lulu’ Ulfiyah Aprilia
Kamis, dua puluh delapan junu
Hari kematian ayahku
Kutampik kenyataan seakan tak
percaya
Tubuhku gemetar!
Air mataku terhempas berjatuhan!
Seraya berteriak
“Ayah!”
“Ayah!”
“Ayah!”
Langkah kaki tak bisa ku pelankan
Emosiku tak mampu ‘ku stabilkan
Melihat sosok ayah terbaring lemah dengan
ikatan kain putih
Seluit pedang seakan sedang
menghunus dadaku
Sakit!!
Perih!!
Pedih!!
Menghujam diriku tanpa ampun
Butiran air mata duka itu tak henti mengalir
deras di pipiku
Mengiringi duka beku di Selubuk hatiku!
Roh jiwaku bersenandu kelam bak
kelabu
Di hari kematian ayahku
(Pakong, 03
agustus 2017)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar